APA MAKSUD HANYA ALLAH SAJA YANG MENGETAHUI HAL GHAIB?

APA MAKSUD HANYA ALLAH SAJA YANG MENGETAHUI HAL GHAIB?

Oleh : Abu Akmal Mubarok

Image

Apakah jika kita membahas masalah hal ghaib itu berarti menyalahi atau menentang ayat yang mengatakan bahwa hanya Allah saja yang mengetahui hal ghaib??

Kita tahu bahwa memang Allah saja yang mengetahui perkara ghaib.

Katakanlah : tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allah (Q.S. An-Naml [27] : 65)

Namun Allah menurunkan Al-Qur’an yang berisi firman-firmanNya di dalamnya terdapat penjelasan segala sesuatu termasuk masalah-masalah ghaib yang hanya Allah saja yang tahu

“Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur’an) yang berisi penjelasan segala sesuatu” (Q.S. An-Nahl : 89)

Lalu Allah memerintahkan RasulNya untuk menjelaskan kaepada manusia. Maka atas perkenan dan kehendak Allah pula, Dia menjelaskan sebagian perkara ghaib ini kepada RasulNya.

“(Dialah Allah) Yang Mengetahui perkara ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya” (Q.S. Al-Jin [72] : 26-27)

“Dan Kami turunkan kepadamu (Muhammad) Al-Qur’an  agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa-apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka (para manusia) memikirkannya” (Q.S. An-Nahl [16]: 44)

Demikian pula selanjutnya, Rasul-Nya menjelaskan kepada para sahabat, apa-apa yang diwahyukan Allah tentang perkara ghaib. Maka dari itu Rasulullah SAW menjelaskan tentang perkara yang ghaib sebatas yang ia ketahui dari wahyu Allah saja:

Katakanlah: ‘Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak pula aku mengetahui yang ghaib dan tidak pula aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengetahui kecuali apa yang diwahyukan kepadaku.’ Katakanlah: ‘Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat?’ Maka apakah kamu tidak memikirkannya?” (Al-An’am: 50)

Maka berdasarkan pengajaran langsung dari Allah pulalah Rasulullah SAW mengajarkan manusia tentang hal-hal ghaib yang utama adalah tentang Allah sendiri :

Aisyah r.a. berkata, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling takwa dan paling kenal tentang Allah dari kamu sekalian adalah saya‘” (H.R. Bukhari)

Lalu berdasarkan pengajaran langsung dari Allah pulal Rasulullah SAW mengajarkan manusia tentang hal-hal ghaib seperti kiamat, surga neraka, dll

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau SAW bersabda, “Kunci ilmu ghoib itu ada lima. Kemudian beliau pun membaca firman Allah (yang artinya), “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat, … dst seperti yang disebut dalam surat Luqman : Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati” (Q.S. Luqman [31] : 34) (H.R. Bukhari)

Jika kita runut logikanya begini, Allah adalah termasuk perkara ghaib,  yang mengetahui tentang diri Allah hanyalah Allah sendiri, namun Rasulullah SAW mengetahui tentang diri Allah sejauh yang Allah beritahukan kepada beliau, demikian pula sahabat, tabi’in dan manusia selanjutnya termasuk diri kita, mengetahui tentang Allah sejauh yang Allah informasikan melalui kitabNya dan sejauh yang Rasulullah SAW ajarkan kepada kita, dimana kita membaca hadits-hadits beliau. Maka Rasulullah mengatakan mengetahui tentang Allah itu tidaklah menyalahi. Demikian pula kita mengatakan sesuatu tentang Allah sepanjang itu dilandasi apa-apa yang diinformasikan dari Allah sendiri dan dari RasulNya maka hal itu tidak menyalahi.

Apa Yang Dimaksud Allah Tak Akan Memberitahu Kepada Siapapun Tentang Perkara Ghaib?

Ada yang berpendapat bahwa tidak mungkin siapapun di antara manusia mengetahui hal-hal yang ghaib karena ayat ini :

Dia adalah Tuhan Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. (Q.S. Al-Jin [72] : 26)

Maka ayat ini konteksnya adalah berkait dengan ayat sebelumnya yaitu “Katakanlah aku tidak mengetahui apakah (adzab)yang diancamkan Allah kepada mu itu dekat (sebentar lagi saatnya) ataukah Rabbku menjadikan bagi kedatanganya masa yang panjang (yang tidak diketahui oleh siapapun kecuali Dia). (Q.S. Al-Jin [72] : 26)

Maka  yang dimaksud bahwa Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib bukanlah semua hal ghaib, melainkan terbatas pada kontes pembicaraan adzab Allah yang diancamkan pada Jin yang tidak beriman.

Jadi duduk perkaranya adalah begini. Surat Al-Jiin turun mengenai serombongan Jin dari dusun Nashibin yang mendengarkan bacaan Al-Qur’an yang dibacakan oleh Nabi Muhammad SAW. Lalu sebagian jin ada yang beriman, dan sebagian lainnya tetap tidak beriman.

Kemudian khusus mengenai ayat ke-22, Imam Ibnu Jarir menceritakan hadits dari Hadrami, telah mendengar bahwa seorang jin dari kalangan pemimpin-pemimpin jin yang mempunyai banyak pengikut telah mengatakan : “Sesungguhnya Muhammad ini menginginkan Allah melindunginya, padahal kami (para jin) dapat memberikan perlindungan kepadanya” Maka Allah menurunkan wahyu : “Katakanlah: “Sesungguhnya aku (Muhammad) sekali-kali tiada seorangpun dapat melindungiku dari (azab) Allah dan sekali-kali aku tiada akan memperoleh tempat berlindung selain daripada-Nya. (Q.S. Jiin :22) (Lihat Tafsir Jalalain Jilid IV)

Lalu turunlah wahyu-wahyu selanjutnya Q.S. Jiin ayat 23-26 yang menjelaskan tentang kontes adzab yang diancamkan kepada para Jiin yang tidak beriman yang malahan merasa mampu menjadi pelindung Muhammad, bahwa perkara itu termasuk hal ghaib dan Allah tidak akan memberitahukan kapankah adzab itu akan diturunkan, sebentar lagi kah.. atau masih lama lagi.

Ada juga penjelasan lain, bahwa apa yang dimaksud dengan Allah tidak akan memberitahukan siapapun mengenai perkara ghaib adalah dalam hal-hal yang memang sampai kapanpun siapapun tidak ada yang mengetahuinya seperti misalnya :

1. Masalah Takdir

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib. Tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudh). (Q.S. Al-An’aam : 59)

Pada ayat di atas perkataan “semua yang ghaib” tidak berarti semua secara mutlak berarti kita tidak tahu apapun, melainkan sebagaimana kelanjutan ayatnya yaitu masalah-masalah takdir apa yang bakal terjadi, berapa daun yang gugur, semuanya hanya Allah yang tahu dan semuanya telah ditakdirkan tertulis dalam kitab Lauh Madhfudz.

2. Waktu Pasti Terjadinya Kiamat

Kiamat adalah perkara ghaib, namun tidak semua hal tentang kiamat itu kita tidak tahu. Hal-hal yang kita diberitahu maka kita akan tahu misalnya mengenai bagaimana suasana kiamat itu nantinya :

Tidak adalah kejadian kiamat itu, melainkan seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (An-Nahl: 77)

Adapun mengenai waktu pastinya hanya ada keterangan-keterangan yang sifatnya perumpamaan

Sesungguhnya ajal kalian dan ajal umat-umat yang telah lalu hanyalah seperti masa antara shalat ashar dan tenggelamnya matahari.” (Al-Bukhari VI/495 no. 3459)

Sesungguhna kiamat itu pasti datang. Aku merahasiakan (kapan waktunya)…” (Q.S. Thaha : 15)

Tidak seorangpun dapat menjelaskan waktu kedatangannya (Kiamat) selain Dia” (Q.S. Al-A’raaf : 187)

Bahkan Nabi pun tidak diberitahu Allah

“(Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari berbangkit, kapankah terjadinya?. Siapakah kamu (sehingga) dapat menyebutkan (waktunya). Kepada Rabbmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya).” (QS. An Naazi’at: 42-44)

Bahkan juga Jibril pun tidak diberitahu Allah

Dia (Jibril) bertanya lagi : beritahu aku tentang Assa’ah (hari kiamat) Rasulullah menjawab : Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya”.. (H.R. Muslim)

3. Kapan Pasti Waktu Dibangkitkan Dari Alam Kubur Ke Padang Mahsyar

“Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan. (QS. An-Naml : 65)

Maka yang dimaksud dengan tidak mengetahui perkara ghaib kecuali Allah adalah perjara kapan mereka dibangkitkan yang mana memang sampai kapanpun bahkan Nabi pun tidak mengetahuinya yaitu kapan terjadinya tiupan sangsakala kedua dimana mayit akan dibangkitkan dan dikumpulkan di Padang Mahsyar

4. Kejadian Masal Lalu Yang Tidak Ada Yang Tahu

Misalnya tentang apakah Nabi Isa disalib atau diangkat ke langit

Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, `Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan `Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) `Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah `Isa.” (Q.S. Al-Nisaa’: 157)

Atau tentang kisah ashabul kahfi pemuda dan anjingnya yg ditidurkan di dalam gua selama 300 tahun

Kami (allah) lebih mengetahui manakah di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lama mereka tinggal (dalam gua itu). (Q.S. Al kahfi : 12)

Katakanlah: “Wahai Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui barang ghaib dan yang nyata, Engkaulah Yang memutuskan antara hamba-hamba-Mu tentang apa yang selalu mereka memperselisihkannya (Q.S. Az-Zumar [39] : 46)

One thought on “APA MAKSUD HANYA ALLAH SAJA YANG MENGETAHUI HAL GHAIB?

  1. Hakekat Diri adalah “POTENSI GAIB”

    Bagi IBNU SINA , AL GHAZALI, IBNU RUSYID, MUHAMAD QUTUB, AL KINDI, AL FARABI dll yang termasuk ketagori Filsuf Islam termasyhur, jika mereka masih hidup mungkin akan berdiskusi secara kondusif dengan Filsuf Sunda Mandalajati Niskala.
    Terutama Al Farabi mungkin akan diberi tahu oleh Mandalajati Niskala tentang Wujud Tuhan, tapi pastinya harus berjanji untuk dirahasiakan.

    Atas segala pencapaian Produk Berpikir mereka, Mandalajati Niskala memberikan apresiasi dengan rasa hormat.

    MANDALAJATI NISKALA
    Seorang Filsuf Sunda Abad 21
    Menjelaskan Dalam Buku
    SANG PEMBAHARU DUNIA
    DI ABAD 21,
    Mengenai
    HAKEKAT DIRI

    Salah seorang peneliti Sunda yang sedang menulis buku
    “SANG PEMBAHARU DUNIA DI ABAD 21,
    bertanya kepada Mandalajati Niskala:
    “Apa yang anda ketahui satu saja RAHASIA PENTING mengenai apa DIRI itu? Darimana dan mau kemana?
    Jawaban Mandalajati Niskala:
    “Saya katakan dengan sesungguhnya bahwa pertanyaan ini satu-satunya pertanyaan yang sangat penting dibanding dari ratusan pertanyaan yang anda lontarkan kepada saya selama anda menyusun buku ini.
    Memang pertanyaan ini sepertinya bukan pertanyaan yang istimewa karena kata “DIRI” bukan kata asing dan sering diucapkan, terlebih kita beranggapan diri dimiliki oleh setiap manusia, sehingga mudah dijawab terutama oleh para akhli.
    Kesimpulan para Akhli yang berstandar akademis mengatakan BAHWA DIRI ADALAH UNSUR DALAM DARI TUBUH MANUSIA.
    Pernyataan semacam ini hingga abad 21 tidak berubah dan tak ada yang sanggup menyangkalnya. Para Akademis Dunia Barat maupun Dunia Timur banyak mengeluarkan teori dan argumentasi bahwa diri adalah unsure dalam dari tubuh manusia. Argumentasi dan teori mereka bertebaran dalam ribuan buku tebal. Kesimpulan akademis telah melahirkan argumentasi Rasional yaitu argumentasi yang muncul berdasarkan “Nilai Rasio” atau nilai rata-rata pemahaman Dunia Pendidikan.
    Saya yakin Andapun sama punya jawaban rasional seperti di atas.
    Tentu anda akan kaget jika mendengar jawaban saya yang kebalikan dari teori mereka.
    Sebelum saya menjawab pertanyaan anda, saya ingin mengajak siapapun untuk menjadi cerdas dan itu dapat dilakukan dengan mudah dan sederhana.
    Coba kita mulai belajar melacak dengan memunculkan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan kata DIRI, JIWA dan BADAN, agar kita dapat memahami apa DIRI itu sebenarnya. Beberapa contoh pertanyaan saya susun seperti hal dibawah ini:
    1)Apa bedanya antara MEMBERSIHKAN BADAN, MEMBERSIHKAN JIWA dan MEMBERSIHKAN DIRI?
    2)Apa bedanya KEKUATAN BADAN, KEKUATAN JIWA dan KEKUATAN DIRI?
    3)Kenapa ada istilah KESADARAN JIWA dan KESADARAN DIRI sedangkan istilah KESADARAN BADAN tidak ada?
    4)Kenapa ada istilah SEORANG DIRI tetapi tidak ada istilah SEORANG BADAN dan SEORANG JIWA?
    5)Kenapa ada istilah DIRI PRIBADI sedangkan istilah BADAN PRIBADI tidak ada, demikian pula istilah JIWA PRIBADI menjadi rancu?
    6)Kenapa ada istilah KETETAPAN DIRI dan KETETAPAN JIWA tetapi tidak ada istilah KETETAPAN BADAN?
    7)Kenapa ada istilah BERAT BADAN tetapi tidak ada istilah BERAT JIWA dan BERAT DIRI?
    8)Kenapa ada istilah BELA DIRI sedangkan istilah BELA JIWA dan BELA BADAN tidak ada?
    9)Kenapa ada istilah TAHU DIRI tetapi tidak ada istilah TAHU BADAN dan TAHU JIWA?
    10)Kenapa ada istilah JATI DIRI sedangkan istilah JATI BADAN dan JATI JIWA tidak ada?
    11)Apa bedanya antara kata BER~BADAN, BER~JIWA dan BER~DIRI?
    12)Kenapa ada istilah BER~DIRI DENGAN SEN~DIRI~NYA tetapi tidak ada istilah BER~BADAN DENGAN SE~BADAN~NYA dan BER~JIWA DENGAN SE~JIWA~NYA?
    13)Kenapa ada istilah ANGGOTA BADAN tetapi tidak ada istilah ANGGOTA JIWA dan ANGGOTA DIRI?
    Beribu pertanyaan seperti diatas bisa anda munculkan kemudian anda renungkan. Saya jamin anda akan menjadi faham dan cerdas dengan sendirinya, apalagi jika anda hubungkan dengan kata yang lainnya seperti; SUKMA, RAGA, HATI, PERASAAN, dsb.
    Kembali kepada pemahaman Akhli Filsafat, Ahli Budaya, Akhli Spiritual, Akhli Agama, Para Ulama, Para Kyai dan masyarakat umum BAHWA DIRI ADALAH UNSUR DALAM DARI TUBUH MANUSIA. Mulculnya pemahaman para akhli seperti ini dapat saya maklumi karena mereka semuah adalah kaum akademis yang menggunakan standar kebenaran akademis.
    Saya berani mengetasnamakan Sunda, bahwa pemikiran di atas adalah SALAH.
    Dalam Filsafat Sunda yang saya gali, saya temukan kesimpulan yang berbeda dengan pemahaman umum dalam dunia ilmu pengetahuan.
    Setelah saya konfirmasi dengan cara tenggelam dalam “ALAM DIRI”, menemukan kesimpulan BAHWA DIRI ADALAH UNSUR LUAR DARI TUBUH MANUSIA. Pendapat saya yang bertentangan 180 Derajat ini, tentu menjadi sebuah resiko yang sangat berat karena harus bertubrukan dengan Pendapat Para Akhli di tataran akademik.
    Saya katakan dengan sadar ‘Demi Alloh. Demi Alloh. Demi Alloh’ saya bersaksi bahwa diri adalah UNSUR LUAR dari tubuh manusia yang masuk menyeruak, kemudian bersemayam di alam bawah sadar. ‘DIRI ADALAH ENERGI GAIB YANG TIDAK BISA TERPISAHKAN DENGAN SANG MAHA TUNGGAL’. ‘DIRI MENYERUAK KE TIAP TUBUH MANUSIA UNTUK DIKENALI SIAPA DIA SEBENARNYA’. ‘KETAHUILAH JIKA DIRI TELAH DIKENALI MAKA DIRI ITU DISERAHTERIKAN KEPADA KITA DAN HILANGLAH APA YANG DINAMAKAN ALAM BAWAH SADAR PADA SETIAP DIRI MANUSIA’.
    Perbedaan pandangan antara saya dengan seluruh para akhli di permukaan Bumi tentu akan dipandang SANGAT EKSTRIM. Ini sangat beresiko, karena akan menghancurkan teori ilmu pengetahuan mengenai KEBERADAAN DIRI.
    Aneh sekali bahwa yang lebih memahami mengenai diri adalah Dazal, namun sengaja diselewengkan oleh Dazal agar manusia sesat, kemudian Dazal menebarkan kesesatan tersebut pada dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan ‘DI UFUK BARAT’ maupun ‘DI UFUK TIMUR’.
    Sebenarnya sampai saat ini DAZAL SANGAT MEMAHAMI bahwa DIRI adalah unsur luar yang masuk menyeruak pada seluruh tubuh manusia. DIRI merupakan ENERGI KEMANUNGGALAN DARI TUHAN SANG MAHA TUNGGAL. Oleh karena pemahaman tersebut DAZAL MENJADI SANGAT MUDAH MENGAKSES ILMU PENGETAHUAN. Salah satu ilmu yang Dia pahami secara fasih adalah Sastra Jendra Hayu Ningrat Pangruwating Diyu. Ilmu ini dibongkar dan dipraktekan hingga dia menjadi SAKTI. Dengan kesaktiannya itu Dia menjadi manusia “Abadi” dan mampu melakukan apapun yang dia kehendaki dari dulu hingga kini. Dia merancang tafsir-tafsir ilmu dan menyusupkannya pada dunia pendidikan agar manusia tersesat. Dia tidak menginginkan manusia mamahami rahasia ini. Dazal dengan sangat hebatnya menyusun berbagai cerita kebohongan yang disusupkan pada Dunia Ilmu Pengetahuan, bahwa cerita Dazal yang paling hebat agar dapat bersembunyi dengan tenang, yaitu MENGHEMBUSKAN ISU bahwa Dazal akan muncul di akhir jaman, PADAHAL DIA TELAH EKSIS MENCENGKRAM DAN MERUSAK MANUSIA BERATUS-RATUS TAHUN LAMANYA HINGGA KINI.
    Ketahuilah bahwa Dazal bukan akan datang tapi Dazal akan berakhir, karena manusia saat ini ke depan akan banyak yang memahami bahwa DIRI merupakan unsur luar dari tubuh manusia YANG DATANG MERUPAKAN SIBGHOTALLOH DARI TUHAN SANG MAHA TUNGGAL. Sang Maha Tunggal keberadaannya lebih dekat dari pada urat leher siapapun, karena Sang Maha Tunggal MELIPUT SELURUH JAGAT RAYA dan kita semua berada TENGGELAM “Berenang-renang” DALAM LIPUTANNYA.
    Inilah Filsafat Sunda yang sangat menakjubkan.
    Perlu saya sampaikan agar kita memahami bahwa Sunda tidak bertubrukan dengan Islam, saya temukan beberapa Firman Allohurabbul’alamin dalam Al Qur’an yang bisa dijadikan pijakan untuk bertafakur, mudah-mudahan semua menjadi faham bahwa DIRI adalah “UNSUR KETUHANAN” yang masuk ke dalam tubuh manusia untuk dikenali dan diserah~terimakan dari Sang Maha Tunggal sebagai JATI DIRI, sbb:
    1)Bila hamba-hambaku bertanya tentang aku katakan aku lebih dekat (Al Baqarah 2:186)
    2)Lebih dekat aku daripada urat leher (Al Qaf 50:16)
    3)Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kami disegenap penjuru dan pada nafasmu sendiri (Fushshilat 41:53)
    4)Dzat Allah meliputi segala sesuatu (Fushshilat 41:54)
    5)Dia (Allah) Bersamamu dimanapun kamu berada (Al Hadid 57:4)
    6)Kami telah mengutus seorang utusan dalam nafasmu (AT-TAUBAH 9:128)
    7)Di dalam nafasmu apakah engkau tidak memperhatikan (Adzdzaariyaat 51:21)
    8)Tuhan menempatkan DIRI antara manusia dengan qolbunya (Al Anfaal 8:24)
    9)Aku menciptakan manusia dengan cara yang sempurna (At Tin 95:4)
    Jawaban mengenai APA DIRI ITU. DARIMANA & MAU KEMANA (Sangkan Paraning Dumadi), akan saya jelaskan secara rinci dan tuntas pada sebuah buku.

    JAMAN BARU DATANG UNTUK MEMBUKA TABIR
    SANGKAN PARANING DUMADI
    SANGKAN PARANING DUMADI
    SANGKAN PARANING DUMADI

    Dalam Penggalian MANDALAJATI NISKALA
    Memasuki Ruang Insun, Telah Melahirkan
    Konsepsi SANGKAN PARANING DUMADI
    Yang Fitrah, Original & Sangat Anyar.
    KONSEPSI TERSEBUT BETUL BETUL BEGITU
    SEDERHANA, NAMUN SANGAT MENYERUAK
    DI KEDALAMAN YANG TANPA BATAS, sbb:

    1♥Barang siapa yang memahami NAFAS~nya,
    akan memahami rahasia HU~DA~RA~nya.
    (HU~DA~RA adalah Whitehole berupa potensi
    JAWAHAR AWAL, yang menjadi sistem
    TRI TANGTU DI BUWANA, dan jadilah ketentuan
    Tuhan SEGALA MACAM KEJADIAN
    SECARA SISTEMIK TERMASUK MANUSIA)

    2♥Barang siapa yang memahami HU~DA~RA~nya,
    akan memahami potensi HI~DI~RI~nya.
    (Potensi HI~DI~RI meliputi:
    HI adalah alam Subconcious
    DI adalam alam Concious
    RI adalah alam HIperconcious)

    3♥Barang siapa yang memahami HI~DI~RI~nya,
    akan memahami satuan terkecil DI~RI~nya.
    (Tribaka, Panca Azasi Wujud &
    Panca Maha Buta)

    4♥Barang siapa yang memahami DIRI~nya,
    akan memahami HI~DIR~nya.
    (Kesadaran Semesta = Kesadaran Manunggal)

    5♥Barang siapa yang memahami HI~DIR~nya,
    akan memahami satuan terkecil ATMA~nya.
    (Kehidupan JAWAHAR AKHIR yang mengendap
    pada Tribaka)

    6♥Barang siapa yang memahami ATMA~nya,
    akan memahami TAMAT~nya.
    (Reaktor Nuklir dari akumulasi satu
    Oktiliun Tribaka pada tubuh manusia,
    yang segera memasuki Blackhole
    untuk keluar dari Jagat Raya
    dan meledak menjadi Bigbang,
    di ruang hampa, gelap gulita,
    bertekanan minus)

    7♥Barang siapa yang memahami TAMAT~nya,
    akan memahami WIWIT~nya.
    (Ledakan Bigbang membentuk Whitehole
    yaitu berupa potensi Jawahar Awal
    di Jagat Raya Baru)

    Peringatan dari Mandalajati Niskala:
    “JIKA ANDA SULIT UNTUK MEMAHAMI,
    LEBIH BAIK ABAIKAN SAJA. TERIMA KASIH)
    ════════════════════════════
    Syair Sunda:
    JAWAHAR AKHIR NGARAGA~DIA
    ditulis ku Mandalajati NIskala

    Atma na sakujur raga.
    Hanargi museur na tazi.
    Bobot Bentang JAGAT RAYA panimbangan.
    Paeunteung eujeung.

    Ziro sazironing titik Nu Maha Leutik.
    Madet dina JAGAT LEUTIK.
    Gumulung sakuliahing cahya.
    Ngahideung Nu Maha Meles.
    Ngan beuratna Maha Beurat.

    Insun gumulung nu Tilu NGAMANUNGGAL;
    PARA~TRI~NA, NI~TRI~NA jeung
    HOLIK~TRI~NA dina Jawahar Akhir.

    Tandaning Insun lulus nurubus.
    Lolos norobos, Robbah lalakon.
    Kaluar tina Sapanunggalan Gusti Nu Maha Suci.
    Bitu ngajelegur.
    Manggulung-gulung kabutna.
    Huwung nungtung ngahujung.

    Jadi jumadi ngajadi.
    INSUN ROBBAH NGARAGADIA.
    Gelar Ngajawahar Awal.
    Gusti papanggih jeung Gusti.
    Dina babak carita SAWA~RAGA~ANYAR.

    Ahuuung Ahuuung Ahuuung Aheeeng.
    ════════════════════════════
    Artikulasi Sunda:
    PANTO JAWAHAR AWAL
    KA PANTO JAWAHAR AKHIR
    ditulis ku Mandalajati NIskala

    Manusa sategesna bagian ti Gustina.
    Kum eusi samesta KOKOJAYAN
    di jero HAWA~K GUSTI NU MAHA AGUNG
    (Zibghotulloh).

    Sagala rupa kaasup Manusa MANUNGGAL
    DINA JERO HAWA~K GUSTI NU MAHA AGUNG
    (Sapanunggalan).

    Gusti NU MAHA AGUNG mibanda TILU
    ENERGI PRIMER (Tri Tangtu Di Buwana),
    nu gumulung jadi tunggal tampa wates
    disebut;
    JAWAHARA HAWAL WAL HAKHIR (JHWH)

    SANG MAHA AGUNG
    nyaeta “JHWH” dina CAKUPAN ALAM MAKRO,
    mibanda:
    Energi “HU” Acining Cahi,
    Energi “DA” Acining Taneuh,
    Energi “RA” Acining Seuneu.
    Tiluanana Gumulung dina SAJATINING HUDARA,
    salaku PANTO HAWAL Zat Abadi Makro,
    nu disebut JAWAHAR HAWAL WHITEHOLE,
    nyaeta proses DIA NGAJADIKEUN INSUN.

    SANG MAHA LEMBUT
    nyaeta “JHWH” dina CAKUPAN ALAM MIKRO,
    mibanda:
    Energi “HU” Proton,
    Energi “DA” Netron,
    Energi “RA” Elektron.
    Tiluanana Gumulung dina SAJATINING HATOM,
    salaku PANTO HAKHIR Zat Abadi Mikro,
    nu disebut JAWAHAR HAKHIR BLACKHOLE,
    nyaeta proses INSUN JADI DIA.
    ════════════════════════════
    Filsuf Sunda MANDALAJATI NISKALA, sbg:
    Zaro Bandung Zaro Agung
    Majelis Agung Parahyangan Anyar.

    Klik di google Mandalajati Niskala
    BACALAH SELURUH SULUR BUAH PIKIRANNYA.

    Pengirim Komentar:
    @Sandi Kaladia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s