APA BEDA JIN SYAITHAN DAN IBLIS?

APA BEDA JIN SYAITHAN DAN IBLIS?

Oleh : Abu Akmal Mubarok

 Image

Walaupun tema ini pernah menjadi tema dalam kajian online di forum ini di awal-awal dahulu, namun masi banyak pertanyaan dari beberapa sahabat mengenai apa bedanya antara setan, iblish dan jin, maka ada baiknya kami simpan dalam berkas (doc) agar dapat diakses oleh sahabat sahabat pondok curhat semuanya. Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat.

Siapakah Iblish Itu?

Iblis berasal dari kata “al-balas” yang berarti orang yang tidak mempunyai kebaikan sedikitpun atau berasal dari dari kata “ablasa” yang berarti putus asa karena ia putus asa dari ampunan Allah ketika melakukan kesalahan.

Iblish pertama disebut-sebut sejak Allah menciptakan Adam dan memerintahkan semua yang hadir di akhirat ketika itu untuk bersujud. Ada sebagian yang berpendapat bahwa Iblish itu adalah malaikat yang membangkang. Hal ini berdasarkan kisah awal mula pembangkangan Iblish ketika tidak mau bersujud menyembah Adam.

Dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada para malaikat Sujudlah kamu semua kepada Adam, lalu mereka sujud kecuali Iblish. Ia Iblish berkata : Apakah aku harus bersujud kepada orang yang engkau ciptakan dari tanah? (Q.S. 17:61, QS. 18:50, 20:116)

(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya. Lalu seluruh malaikat-malaikat itu bersujud semuanya, kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir. Allah berfirman: “Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?.” Iblis berkata: “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah. Allah berfirman: “Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk, Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan.” Iblis berkata: “Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.” Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat).”  (Q.S. Shaad [38] :71-81)

Ayat-ayat di atas ini mengesankan seolah Iblish adalah bagian dari bangsa malaikat. Hal ini dikarenakan perintah sujud kepada Adam itu diperintahkan Allah kepada para malaikat. Namun semua malaikat bersujud kecuali Iblish. Dari susunan kalimat tsb orang terdapat kesan bahwa Iblish adalah bagian dari malaikat, hanya saja iblish membangkang sehingga dikutuk menjadi setan.

Namun di ayat lain Al-Qur’an secara tegas menyatakan bahwa Iblish dari golongan jin

Dia iblish dari golongan jin (Q.S. 18:50)

Tapi bisa jadi “jin” adalah nama salah satu malaikat ? Lalu apakah berarti asal usul jin itu adalah malaikat yang membangkang?

Sayyid Quthb dalam tafsir fii zhilalil Qur’an mengatakan :

Konteks ayat ini mengisyaratkan bahwa iblish bukan dari jenis malaikat tetapi hadir bersama mereka para malaikat, Seandainya Iblish dari jenis malaikat niscaya ia tidak akan membangkang karena Allah berfirman:

“Mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (Q.S. At-Tahrim : 6)

Pengecualian pada ayat ini tidak berarti bahwa Iblish dari jenis malaikat. Kehadirannya besama para malaikat saat itu membolehkannya disebutkan pengecualian ini sebagaimana Anda bisa mengatakan : “Keluarga Fulan datang kecuali Ahmad” tidak berarti bahwa Ahmad termasuk keluarga Fulan melainkan ia hanya teman yang selalu bersama-sama mereka. Nash Al-Qur’an menegaskan bahwa Iblish itu dari golongan Jin sedangkan Allah menciptakan Jin dari nyala api. Ini memastikan bahwa Jin bukan dari jenis malaikat (Fii Zhilal hal 110)

Dari Urwah dari Aisyah Rasulullah SAW bersabda : malaikat diciptakan dari cahaya (nur) sedang kan jin diciptakan dari nyala api (mariij) dan Adam diciptakan dari sesuatu yang telah disebutkan pada kalian (H.R. Muslim)

 

Siapakah Jin Itu?

Jin adalah makhluk ciptaan Allah sama seperti anjing kucing atau tanaman hanya saja ia tergolong kepada makhluk gaib sebagaimana malaikat dan ruh yang di luar jangkauan panca indera manusia.

“Dan Kami ciptakan Al-Jan sebelum (adam) dari api yang sangat panas (Q.S. Al-Hijr [15]  :27)

“Dan Dia menciptakan jin dari nyala api” (Q.S. Ar-Rahman: 15).

Ibnu Abbas berkata bahwa yang dimaksud dengan min marij min naar adalah dari api yang sangat murni

Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah” (Q.S. Al-A’raaf [7] : 12)

Ibnu Aqil sebagaimana dikutip asy-Syibli dalam bukunya Akam al-Marjan fi Ahkam al-Jann, mengatakan bahwa makhluk ini disebut dengan jin karena secara bahasa jin artinya yang tersembunyi, terhalang, tertutup

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam[884], maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin (Q.S. Al-Kahfi [18] : 50).

 

Siapakah Malaikat Itu?

Malaikat dikatakan dalam Al Qur’an ada memiliki sayap sebanyak 2, 3 dan 4. surah Faathir 35:1 yang berbunyi:

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Q.S. Faathir [35]:1)

Malaikat tidak bertambah tua atau muda sedangkan jin memiliki umur seperti halnya manusia. Malaikat tidak ada jenis kelamin laki-laki atau wanita, sedangkan jin sama dengan manusia memiliki jenis kelamin.

Maka jelaslah di sini bahwa jin bukanlah dari golongan malaikat.

Siapakah Setan Itu?

Kata syaithan, dalam bahasa Arab berasal dari kata syathona yang berarti ba’uda (jauh), yakni yang selalu menjauhkan manusia dari kebenaran. Setan itu adalah “predikat” sesuatu yang jahat baik dari golongan jin maupun manusia :

 

Dan orang-orang kafir berkata : “Ya Tuhan kami perlihatkanlah kepada kami dua jenis makhluk yang telah menyesatkan kami (yaitu) dari jin dan manusia agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami supaya kedua jenis itu menjadi orang yang hina (Q.S. Fushilat [41] : 29)

Ayat di atas secara eksplisit menyatakan bahwa yang menyesatkan mereka adalah dari dua jenis makhluk yaitu jin dan manusia. Dan yang menyesatkan itu disebut dengan setan.

Yaitu setan jin dan (setan) manusia (Q.S. Al-An’aam [6] :112)

Bahkan dalam Q.S. Al-An’aam di atas lebih jelas lagi ada istilah syayathiinal insi (setan manusia) dan syayathiinal jiin (setan jin). Maka jelaslah di sini bahwa setan itu adalah predikat sedangkan jenis makhluknya bisa dari golongan jin dan manusia.

Yang membisikkan was-was ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia” (Q.S. An-Naas [114] : 5-6)

“Mereka itulah orang-orang yang ditetapkan (mendapatkan siksa) di antara umat-umat terdahulu sebelum mereka dari golongan jin dan manusia” (Q.S. Al-Ahqaf [46] : 18)

Sesungguhnya mereka itu tidaklain hanyalah setan yang menakuut-nakuti kamu dengan kawan-kawannya (orang musyrik) karena itu janganlah kamu  takut kepada mereka tapi takutlah kepadaKu jika kamu benar-benar orang yang beriman (Q.S. Ali Imran [3] : 175)

Dari Abu Hurairah Bahwasanya aku (Muhamamad) sungguh melihat setan-setan manusia dan setan-setan jin melarikan diri dari Umar (H.R. Bukhari)

Setan jin dapat menguasai manusia yang sesat dan menjadikan mereka sebagai setan dari golongan manusia

Sesungguhnya kekuasaan setan itu hanyalah atas orang-orang yang menjadikan ia menjadi pemimpin dan atas orang yang mempersekutukan nya dengan Allah” (Q.S. An-Nahl [16] : 100)

Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Al Mas’udi dari Abu Amru Asy Syami dari Ubaid bin Al Khasykhasy dari Abu Dzar berkata, “Aku mendatangi Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam saat beliau sedang berada di dalam masjid, aku lalu duduk di hadapan beliau, beliau pun bersabda: Wahai Abu Dzar, berlindunglah pada Allah dari gangguan setan manusia dan Jin.” Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah ada setan dari manusia?” Beliau menjawab: “Ya..” (H.R.  Ahmad No. 20572)

Jin Diciptakan Sebelum Manusia

Dalam berapa riwayat dikatakan bahwa Jin telah diciptakan jauh sebelum Adam. Ibnu Katsir mengutip dari Ibnu Jarir dan Ibnu Abbas : “Sesungguhnya makhluk yang pertama tinggal di bumi adalah jin, namun mereka melakukan kerusakan pertumpahan darah dan saling membunuh satu sama lain, kemudian Allah mengirim Iblish kepada mereka dari golongan jin juga untuk membunuh semua jin yang zhalim”.

Namun adalam kitab sirah halabiyah diakatakan bukanlah jin yang menghuni bumi pertama kali melainkan sejenis manusia juga, lalu dimusnahkan Allah, lalu diciptakan jenis yang baru lagi, lalu dimusnahkan lagi sampai akhirnya diciptakanlah Adam a.s.

 

Jin Iblis Berada Di Surga Bersama Adam

Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua”, maka setan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?(Q.S. Al-‘Araf [7] : 21-22)

“Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan“. (Q.S. Al-Baqarah [2] : 36)

One thought on “APA BEDA JIN SYAITHAN DAN IBLIS?

  1. assalamu’alaikum wrwb.

    Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam[884], maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin (Q.S. Al-Kahfi [18] : 50).

    dari ayat di atas, bhw Iblis diberi nama dan dipanggil IBLIS….bukankah makna iblis itu sendiri adl :

    Iblis berasal dari kata “al-balas” yang berarti orang yang tidak mempunyai kebaikan sedikitpun atau berasal dari dari kata “ablasa” yang berarti putus asa karena ia putus asa dari ampunan Allah ketika melakukan kesalahan.

    – tidakkah iblis menyadari akan arti dari namanya tersebut?
    – tidakkah iblis protes mengapa dia dinamakan spt itu?

    mohon pencerahannya.

    wassalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s