APAKAH BISA JIN MENIKAHI MANUSIA?

APAKAH BISA JIN MENIKAHI MANUSIA?

Oleh : Abu Akmal Mubarok

Image

Dalam tradisi Raja-Raja di Pulau Jawa banyak digambarkan kisah perkawinan Raja Jawa dengan Raja Jin penguasa Laut Selatan yaitu Nyai Roro Kidul. Oleh karena itulah untuk itu dibangun ruangan khusus tempat pertemuan manusia dan jin memadu kasih dan persekutuan. Sebagian orang mengatakan hal ini adalah mitos yang disengaja untuk menciptakan kesakralan dan kedigdayaan sebagai legitimasi raja di mata rakyat yang memang percaya dengan kekuatan ghaib. Ada juga yang mengatakan perkawinan ini benar-benar terjadi karena terpikat dengan sosok wujud jin yang ditampakkan dalam bentuk wanita cantik. Ada juga yang mengatakan bahwa hal ini sebagai bentuk syarat agar sang raja memiliki kesaktian tertentu.

Demikian pula terdapat banyak kasus dimana wanita dari kalangan manusia dikawini oleh Jin yang jatuh cinta kepada manusia itu. Caranya bermacam-macam, terkadang jika manusianya lemah maka jin itu kuat dan berani menjelma menyamar dalam wujud sebagai suaminya dan meminta berhubungan suami isteri dengan wanita itu. Jika tidak cukup mampu untuk berbuat demikian, terkadang jin mengawini manusia dengan cara memperkosa dalam mimpi atau si manusia sering mengalami “mimpi basah” tanpa sanggup menolaknya. Memang seringkali wanita yang mengalami gangguan seperti ini. Seringkali dalam kasus seperti ini,  jin itu bersemayam di dalam rahim atau organ vital wanita. Ada juga beberapa kasus, hal ini sengaja dilakukan khususnya bagi profesi  (maaf) pelacur dimana dengan cara ini jin akan menghasilkan efek yang diinginkan untuk melariskan profesinya tersebut. Namun ada juga kasus diamana awalnya jin jahat dikirim oleh dukun atas permintaan orang tertentu yang dengki untuk menyakiti atau balas dendam  terhadap wanita itu.

Dalam beberapa kasus ketika diruqyah dan ditanya, maka jin yang merasuki dan melakukan hal ini mengaku jatuh cinta dan secara sepihak mengklaim telah menikahi wanita itu. Alasan yang paling umum dikemukakan oleh jin adalah kasihan karena wanita itu sering bersedih atau kesepian ditinggal suaminya. Hal-hal semacam ini memang terjadi di sekitar kita dan hanya orang yang kurang wawasan atau belum menyaksikan sendiri yang menolak fakta terjadinya hal-hal semacam ini. Oleh karena itu disarankan agar wanita tidak sering melamun ketika sendirian, dan harus mengisi saat-saat sendiriaan itu dengan membaca / melantunkan ayat Al-Qur’an atau berdzikir.

Masalah ini pernah dibahas oleh Imam Syibli Hanafi (769 h) dalam bukunya “Aakamul Marjan” dan Dumairi dalam kitabnya “Hayatul Hayawan al-Kubra”. Pembahasan meliputi permasalahan mungkinkah manusia menikah dengan jin? dan bolehkah bila itu terjadi. Kemungkinannya, Kebanyakan ulama mengatakan mungkin dengan dalil firman Allah kepada iblis “berserikatlah dengan mereka (manusia) dalam harta dan anak-anak mereka” (Q.S. Al-Isra’ : 64).

Hadits Rasulullah memperkuat ini “Barang siapa mengumpuli isterinya dengan tanpa membaca basmalah, maka syaithan akan ikut andil bersamanya” (H.R. Ibnu Jarir dalam Tahdzibul Atsar).

Telah menceritakan kepada kami Muhammad Ibnul Mutsanna berkata, telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Abu Al Wazir berkata, telah menceritakan kepada kami Dawud bin ‘Abdurrahman Al ‘Aththar dari Ibnu Juraij dari Bapaknya dari Ummu Humaid dari ‘Aisyah r.ah ia berkata, “Rasulullah s.a.w.berkata kepadaku: “Apakah di antara kalian ada Al Mugharribun -atau kalimat yang semisal-?” para sahabat bertanya, “Apa yang dimaksud dengan Al Mugharribun? ‘ beliau menjawab: “Orang-orang yang jin berserikat pada diri mereka (anak hasil perkawinan antara manusia dan jin).” (H.R. Abu Daud No. 4443) Nashiruddin Al-Albani mengatakan hadits ini sanadnya dla’if

Pendapat yang mengatakan tidak mungkin beralasan karena manusia diciptakan dari tanah, sedangkan jin dari api, kedua unsur ini tidak akan bisa berkumpul. Namun ini ditentang bahwa itu pada mulanya, tapi sekarang unsur tersebut sudah tidak ada lagi pada manusia dan jin. Alasan kedua, tidak mungkin ada hubungan sex antar kedua mahluk ini, karena bagaimana bisa terjadi sperma manusia mengalami proses pembuahan dalam rahim jin atau sebaliknya. Ini juga ditentang bahwa pernikahan sepasang manusia yang sama sekali tidak mungkin berhubungan seksual juga diperbolehkan.

Hukumnya menurut syariat Islam: Para ulama berbeda pendapat. Pertama mengatakan tidak boleh dikatakan oleh ulama Hanbali, seperti termaktub dalam fatawa Sirajiyah. Dalilnya firman Allah “Dan Allah telah menjadikan untuk kalian dari jenismu sendiri isteri-isteri bagi kamu” (Q.S. An-Nahl : 72). Dan ayat “Dan di antara tanda-tanda kebesarannya, Allah menciptakan untuk kamu sekalian dari jenismu isteri-isteri agar kalian bisa tenteram dan dijadikan di antara kalian rasa kasih dan sayang” (ar-Rum:21).

Ayat-ayat ini jelas bahwa dalam pernikahan dengan jin tidak menyimpan tujuan di atas dan perbedaan alam menghalangi terwujudnya hubungan pernikahan yang sempurna. Pendapat kedua dari Hasan Basri dan Qatadah mengatakan boleh. Ayat tersebut menurutnya, tidak menyatakan jelas keharaman nikah antara manusia dan jin, toh agama diturunkan untuk kedua mahluk tersebut. Namun pendapat yang mengatakan boleh tetap mengatakan bahwa pernikahan antara manusia dan jin hukumnya makruh, karena permasalahan yang mungkin timbul akibat pernikahan ini sulit menyelesaikannya secara hukum. Misalnya terjadi gugat cerai atau masalah nafkah, sulit diselesaikan secara hukum. Imam Malik pernah ditanyai : Seorang lelaki dari bangsa jin ingin menikahi perempuan muslimah? Beliau bilang “Saya melihat ini boleh-boleh saja secara agama, tapi saya sangat tidak suka melihat wanita hamil, kemudian ketika ditanyai siapa suamimu, lalu ia bilang “jin”. Lama-lama para pelaku hamil di luar nikah pun akan menggnkaan alibi / alasan hal yang sama, hingga banyak kerusakan dalam Islam. Madzhab Maliki mengatakan hal ini makruh hukumnya lelaki manusia menikah dengan jin perempuan atau sebaliknya.

Untuk mengeluarkan jin yang meng-klaim secara sepihak telah menikahi seorang wanita biasanya tidak mudah. Apalagi jika jin itu merasa jatuh cinta pada wanita itu. Sehingga dalam beberapa kasus kita jumpai jin yang jatuh cinta ini enggan keluar dan siap mati demi cintanya. Maka jika demikian kasusnya, tidak ada cara lain kecuali harus membakar jin itu dengan ayat-ayat ruqyah dan beresiko membunuh jin itu jika ia tetap membangkang tidak mau keluar dari tubuh wanita itu (memang kebanyakan yang mengalami hal ini adalah wanita, yaitu jin laki-laki mencintai seorang wanita dan jarang jin wanita mengklaim menikahi manusia pria).

Demikian pula jika kasusnya adalah pada mulanya ia dikirim oleh dukun atau tukang sihir, dimana jin itu akhirnya malah jatuh cinta. Maka jin itu tidak mau keluar dari tubuh manusia karena ia ketakutan akan dibunuh oleh dukun / tukang sihir yang mengutusnya. Adakalanya ia bersedia keluar, namun ia terikat dan sengaja diikat dengan ikatan sihir sehingga tidak mampu keluar. Maka terlebih dahulu harus dihancurkan / membatalkan buhul-buhul ikatan sihirnya.

Advertisements

5 thoughts on “APAKAH BISA JIN MENIKAHI MANUSIA?

  1. Jika jin yg dimaksud adl Nyai Roro Kidul berarti ada dua personifikasi dlm 1 nama (yg keduanya memiliki kemiripan) yi
    – Nyai Roro Kidul
    – Nyi Mas Ratu Dewi Roro Kidul

    saya hanya menambahkan saja bhw :
    – Nyi Mas Ratu Dewi Roro Kidul adl seorg manusia…beliau adl putri dr Prabu Siliwangi yg dibuang krn memiliki penyakit…shg Prabu mrs malu shg hrs menyingkirkan sang putri yg telah diguna-guna oleh salah seorg selir prabu…dlm pembuangan/ perantauannya itu beliau bertemu dg seorg sakti mandraguna yg menjadi gurunya dan kemudian masuk islam dan diturunkan kesaktian shg bisa merangkul semua jin-jin khususnya bangsa jin islam di sepanjang laut selatan pulau jawa…makamnya bisa dikunjungi di pelabuhan ratu. sbg bukti bhw beliau adl manusia spt kita.

  2. gw kasian ama org yg udah terikat ma jin,mau aja dibudakin,sebenernya yg dibudakin bukan jinnya,tapi manusianya nnti klo sudah mati.kasian.

  3. Awal2nya sich benar, tpi di ujung akhirnya pke kira2,,, yg begini nich yg bikin rusak,,,
    Jin klo bilang suka sma manusia trus cinta sma manusia ntu mereka dusta, yg begok sahaja yg mau percaya, walaupun ada hal seperti ntu terjadi, krna berupa perjanjian yg tentu si manusia sama si jin sudah bersepakat, dan ntu pun bukan krna alasan cinta, tpi mgkin alasan suatu keilmuan atau alasan2 yg di luar ntu,,,
    Kenapa sich alasannya bangsa jin dan manusia mustahil saling suka? Krna tentu paling pertama struktur tubuh berbeda, ga mgkin jin bisa nafsu dengan manusia dan manusia bisa nafsu dengan jin,,,
    Ga usah antara manusia dengan jin lah, logika sahaja, antara kambing dan kucing? Mgkin kan kambing nafsu sma kucing dan kucing nafsu sma kambing? Fikirlah yg benar, dan jgan bodoh…
    Nah sedangkan pernikahan antara jin dan manusia akan menciptakan makhluk baru yg sudah disebut nabi muhammad pondan atau banci, nah maksud pondan disini bukan berarti punya 2 kelamin atau sejenisnya, tpi yg di maksud disini adalah makhluk yg bukan manusia juga bukan jin, alias siluman, setengah manusia setengah jin…
    Struktur genetiknya juga berbeda dengan jin juga berbeda dengan manusia, dan bisa bentuknya ntu jelek banget,,,
    Nah yg begini bisa seperti cthnya alien ntu, sehingga mereka tertolak dri komunitas manusia juga tertolak dri komunitas jin, yg berujung tentu tidak di terima di alam jin dan tidak di terima di alam manusia, yg menyehinggakan mereka membuat struktur pemerintahan sendiri, sehingga di takutkan menjadi makhluk yg ga jelas nti, bisa sahaja benci dengan jin bisa sahaja juga benci dengan manusia, rusaklah klo gni… Lgipula sudah menyalahi kode etik alam, fasik nanti jadinya,,,
    Nah biasanya rata-rata orang melakukan pernikahan antara bangsa jin dan manusia ini di dominasi krna unsur kekayaan atau keduniawian,,,
    Iblis yg menjanjikan harta dunia utk mereka utk klo mau menikah walaupun tentu bangsa jin dan manusia jelas sahaja saling jijik, dan penghulu mereka si iblis ini, sehingga terciptalah makhluk baru yg bukan manusia juga bukan jin, yg nanti diperalat oleh iblis utk menghancurkan manusia, sebagai tentaranya,,,
    Kenapa kok musti si iblis musti siluman ini, krna tentu jin juga punya akal, semau2 mereka nurut iblis juga mereka sadar lah, iblis ntu juga makhluk seperti mereka, ga begok2 amat lah,,, dan tentu iblis pun mengganggu manusia kurang leluasa juga,,, nah dengan terlahir anak cacat ini, tentu sahaja kn, jdi sangat mudahlah di atur2 sma iblis, krna iblis seakan-akan membuat mereka merasa di sayangi utk memperalat mereka menghancurkan kaum manusia yg shaleh,,,
    Nah ini lah makanya pengikut setia iblis sudah dipastikan bangsa siluman ini, yg kita kenal salah satunya ntu adalah RORO KIDUL, makanya orang2 pemuja RORO KIDUL ini adalah orang2 pengikut IBLIS 1000% …
    Makanya cukuplah hati-hati sma orang-orang ini, pemuja RORO KIDUL ini, krna otak mereka adalah otak IBLIS ^_-

  4. ups…manusia senggama dengan jin bisa menghasilkan anak ya om…ʔʔ

    babenya om mamad riwayatnya gak jelas, hanya diakuin bernama abdullah = abdi allah.
    emang nama abdullah sebelon ada islam itu abdi allah yg mana ya…ʔʔ apa abdi ilah islam atau abdi allah selain ilah islam…ʔʔ
    mau dibilang abdi allah agama ibrahim yg lurus, berarti menunjukkan perbedaan dengan ilah arab dunk, bukti perbedaannya:

    dαri Sα’id bin αl Musαyyαb rα, sαw bersαbdα:
    “PAMANKU Abu Thαlib MENOLAK menjαdi UMATKU dαn tetαp SETIA kepαdα AGAMA Abdul Muthαlib αgαmα Ibrαhim yαng LURUS tetαpi TIDAK mengucαpkαn LA ILAHA ILALLAH” (HR.Bukhαri,4399 – HR.Ahmαd,22562 – HR.Muslim,35)

    itulαh fαktα yg membukitikαn bαhwα AGAMA ibrαhim yg LURUS itu BEDA DARI islαm.

    akibat dari menolak agama om mamad dan tetap setia kepada agama Ibrahim yg lurus adalah:

    dαri Abbαs bin Abdul Mutthαlib rα, sαw bersαbdα:
    “PAMANKU Abu Thαlib ADA di nerαkα. (HR.Bukhαri,5740 – HR,Muslim,308)

    dαri Anαs bin Mαlik rα, sαw bersαbdα:
    “BAPAKKU Abdullαh ADA di DALAM nerαkα. (HR.Muslim,302 – HR.Ahmαd,11747 – HR.Ahmαd,13332 – HR.Abu Dαwud,4095)

    mosok abdi allah dikutuk ama anaknye masuk nerake…ʔʔ
    bahkan om mamad diharamkan untuk memohonkan ampun bagi ibunya aminah yg juga non muslim:

    dαri Abu Hurαirαh rα, sαw bersαbdα:
    Tuhαnku MELARANGKU UNTUK MEMOHONKAN AMPUN BAGI ibuku Siti Aminαh. (HR.Ibnu Mαjαh,1561)

    Jelas abdullah hanyalah nama yg diada-adain oleh om mamad setelah om mamad ngediriin islam, oknum yg bernama abdullah itulah yg diakuin sebagai babenya.

    Dαlαm suαtu riwαyαt dαri ibnu hisyαm berkαtα: Abdul Muththαlib bin Hαsyim memiliki SEPULUH orαng putrα dαn ENAM orαng putri, mereka αdαlαh: Al-Abbαs, Hαmzαh, (Abdullαh), Abu Thαlib, Az-Zubαir, Al-Hαrits, Hαjlαα, Al-Muqαwwim, Dhirαr, Abu Lαhαb (nαmαnyα Abdul Uzzα), Shαfiyyαh, Ummu Hαkiim Al-Bαidhα’, ‘Atikαh, Amiimαh, Arwαα dαn Bαrrαh. (Tαlqihu Fuhumi Ahlil-Atsαr, hαl. 8-9; Rαhmαh Lit- ‘αlαmin, 2/56-66)

    perhatiin nama abdullah babenya om mamad ada dalam tanda kurung. ibnu hisyam ragu apakah abdullah itu ada apa kagak.
    dari fakta itu, apakah muslimer gak curige kalau abdullah itu adalah jin yg senggama dengan aminah dan menghasilkan anak bernama muhammad…ʔʔ apalagi dibuat cerita bohong bahwa abdullah ude tewas sebelon om mamad lahir.

    dαri Aisyαh rα, sαw bersαbdα:
    “AL MUGHARRIBUN αdαlαh ANAK hαsil SENGGAMA αntαrα mαnusiα DENGAN jin. (HR.Abu Dαwud,4442)

    Tuh…hanya om mamad yg tahu istilah al mugharribun.

    KESIMPULAN:
    kαlαu Almαsih Ibbnulullαh mαkα muhαmmαd Al mughαrribun.

    semoga bermanfaat.

    • Kepada orang yang bersembunyi dibalik nama Biangkala : Sebagian orang karena saking dengkinya,, memanggil Muhammad dengan ejekan Om “Mamad”. Ketahuilah bahwa Islam tak akan sirna dengan ejekan Anda ini. Dan kemuliaan Rasulllah s.a.w. tak akan berkurang dengan olok-olok orang kafir. Allah akan memenangkan agama ini, dan manusia akan berbondong-bondong memeluk agama ini, walau orang-orang kafir, musyrik, munafik, zindiq, tidak rela.

      Sebagian orang kafir ada yang bodoh dan dengki, namun mencoba berlagak ilmiah dengan meniupkan racun tentang silsilah Rasulullah Muhammad s.a.w. Logika yang rancu dan nampak sangat bodoh menunjukkan bahwa ia bukan benar-benar bersikap ilmiah melainkan hanya sekadar memperolok-olok saja.

      Namun kita harus mengasihani orang ini, yang dikarenakan ketidak tahuannya, dan nampaknya memang benar-benar tidak tahu, sehingga tidak bisa berbuat lain kecuali hanya dengki dan hasut saja secara serampangan dan membabi buta. Semoga Allah memberinya hidayah dan semoga ia tidak menutup diri terhadap kebenaran yang disampaikan, karena jika ia menutup telinga otak dan hatinya, maka itulah disebut “kafir” yang artinya “tutup” dan “menutup diri”.

      Nama Allah Sebelum Datangnya Risalah Muhammad s.a.w.

      Abdullah secara bahasa artinya memang abdu Allah yaitu abdinya Allah atau hambanya Allah. Jika Ayah Rasulullah s.a.w. bernama Abdullah, maka belum ada istilah Allah sebelum Islam. Sebelum risalah Muhammad s.a.w. apakah ada istilah Allah? Allah yang mana?

      Sekali lagi nampaknya banyak orang benar-benar tidak paham dengan duduk perkara masalah ini. Semoga ia benar-benar tidak paham dan bukan berpura-pura bodoh.

      Masih banyak orang yang menyangka bahwa Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi
      Muhammad s.a.w. saja. Padahal ia adalah satu orang dari deretan Nabi dan Rasul yang membawa ajaran yang sama. Ajaran yang sama yang dibawa oleh para Nabi-Nabi dari mulai Nabi Adam a.s. Semua anak SD yang mengikuti pelajaran agama Islam pasti diajari bahwa umat Islam beriman kepada 25 Nabi dan Rasul, walaupun berdasarkan hadits sesungguhnya terdapat 300.000 lebih Nabi sepanjang sejarah umat manusia.

      Maka nama Allah telah dikenal sejak zaman pra sejarah dahulu, dimulai dari Nabi Adam a.s. Demikian pula Nabi-Nabi Bani Israil sampai dengan Yesus (Isa a.s.) adalah keturunan dari Nabi Ibrahim a.s. mengenal nama Allah sebagai nama Tuhan mereka.

      Oleh karenanya dalam berbagai kitab sejarah dijelaskan bahwa Orang Arab Quraisy sebelum datangnya risalah Muhammad s.a.w. memang jahiliyah namun tidak berarti tidak mengenal Allah. Mereka beribadah mengikuti sisa-sisa ajaran Ibrahim. Sebagian mereka ada yang menyembah patung latta, uzza, manat, namun itu adalah nama-nama orang sholeh dan orang bijak yang pernah di utus untuk mengisi kekosongan kenabian. Namun kemudian mereka mengkultuskan orang sholeh tersebut dengan dibuat patung dan menyembahnya. Adapun nama Allah sebagai Sang Pencipta sudah dikenal. Oleh karena itu orang Arab sejak dahulu kala sebelum Muhammad menjadi Nabi pun sering bersumpah Demi Allah,

      Para Nabi dari mulai Nabi Adam a.s. sampai dengan Yesus (Nabi Isa a.s.) dan terakhir adalah Muhammad mengajarkan satu ajaran yang sama yaitu Tauhid. Yaitu mengajak manusia untuk beriman pada satu Tuhan saja, yaitu Allah dan berikrar dengan kalimat Laa ilaaha illallah, tidak ada Tuhan selain Allah. Baru belakangan penutup para Nabi, maka Allah memberi nama ajaran tsb adalah Islam, sebagaimana disebut dalam Q.S. Al-Maidah

      Nabi-Nabi setiap bangsa dari waktu ke waktu boleh berbeda. Namun ajarannya adalah sama. Tentu saja keterangan ini diperoleh dari Al-Qur’an sedangkan kita beriman kepada Al-Qur’an.

      Lalu mengapa terdapat berbagai agama yang berbeda-beda? Perlu diketahui bahwa Allah menurunkan Nabi, pemberi peringatan dan orang bijak pada setiap bangsa di bumi ini. Maka ketika Nabi tersebut wafat, seiring dengan berlalunya waktu, sedikit demi sedikit orang-orang itu mulai menyelewengkan bahkan melupakan ajaran Nabi tersebut.

      Contoh terbaik adalah Bani Israil ketika ditinggal pergi oleh Nabi Musa a.s. naik ke bukit Tursina untuk menerima wahyu Kitab Taurat. Versi keyakinan Yahudi dan Nasrani, Moses naik ke Dataran Tinggi Golan untuk menerima ten commandement atau 10 perintah tuhan.
      Maka jangankan bertahun-tahun, baru beberapa hari saja ditinggal pergi oleh Nabi Musa a.s., Bani Israil telah murtad menyembah patung sapi yang dibuat oleh

      Jadi nama Allah itu sudah ada sejak zaman dahulu sebelum datangnya Risalah Muhammad. Justru nama Yahweh, adalah nama yang baru diadakan kemudian.

      Abdullah Yang mana?

      Sebagian orang mempertanyakan siapa ayahnya Muhammad ? “Abdullah yang mana?” Banyak sekali hamba Allah di muka bumi ini yang bernama Abdullah. Tentu, dari dulu sampai sekarang jutaan orang bernama Abdullah.

      Sebagai mana banyak sekali orang bernama Budi, Bambang, Agus dll. Maka ketika ditanya : “Bambang yang mana?” Orang bisa menjawab misalkan “Bambang yang anaknya Pak Sarwono”. Maka nama Bapak menjadi pembeda bagi Bambang-Bambang yang lain.

      Jika belum jelas “Pak Sarwono yang mana?” Orang bisa menjawab misalkan “Itu lho Pak Sarwono yang bekas lurah di desa Anu Kecamatan Anu Kabupaten Anu dst..” jadi keterangan profesi dan domisili menjadi ciri pembeda bagi seseorang.
      Tiap bangsa mempunyai cara sendiri untuk memberikan ciri pembeda bagi seseorang. Di Arab, orang suka memberi tambahan nama suku. Contohnya : Abdullah Al-Ghifari. Artinya adalah Abdullah yang berasal dari Bani Ghafar.

      Kadang nama lokasi, kota, atau negeri asal orang tersebut bisa menjadi ciri. Sebagai contoh : Salman Al-Farisi artinya Salman yang berasal dari Negeri Farisi atau Persia.
      Demikian pula ketika dipertanyakan Abdullah bapaknya Rasulllah s.a.w. adalah Abdullah yang mana? Karena banyak sekali nama Abdullah. Maka jawabannya adalah silsilahnya. Karena silsilah seseorang tidak mungkin sama persis dengan orang lain.

      Abdullah anaknya Abdul Muthalib, anaknya Hasyim, anaknya Abdul Manaf anaknya Qushay, anaknya Kilab, anaknya Murrah, anaknya Ka’ab, anaknya Lu’ay, anaknya Ghalib anaknya Fihr, anaknya Malik, anaknya An Nadhr, anaknya Kinanah anaknya Khuzaimah anaknya Mudrikah anaknya Ilyas anaknya Mudhar anaknya Nizar anaknya Ma’ad anaknya Adnan anaknya Isma’il anaknya Ibrahim.

      Jadi Ayah Rasulullah s.a.w. adalah : Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hisyam bin Abdu Manaf bin Qushayyi bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luayyi bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan

      Sedangkan Ibu Rasulullah s.a.w. adalah : Aminah binti Wahab bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luayyi bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan

      Jadi jelaslah, bahwa silsilah Rasulullah s.a.w. dari pihak ayah dan ibunya bertemu pada : Kilab bin Murah Karena Kilab memiliki dua anak lelaki yakni Qushayyi (Qushai ) dan Zuhrah (Zurah).

      Julukan dan Alias.

      Orang Arab namanya pendek-pendek dan itu-itu saja. Orang Arab namanya hanya satu suku kata. Beda dengan orang Indonesia yang bisa sampai 3 suku kata. Maka untuk membedakan nama yang sama, orang Arab suka memberi julukan, yang disebut dengan istilah “kunyah”. Maka selain nama, setiap orang Arab memiliki “kunyah”. Sebagai contoh Abu Hurairah. Ini adalah kunyah. Nama aslinya adalah : Abdurahman bin Sakhr Ad-Dausi. Embel-embel Dausi menunjukkan ia berasal dari suku Daus. Sedangkan julukan abu
      Hurairah artinya adalah bapaknya kucing. Karena Abu Hurairah memang penyuka kucing. Demikian pula Ali bin Abi Thalib r.a. memiliki julukan Abu Thurob (Bapak Tanah). Ada yang berkata hal itu karena kulit Ali yang coklat seperti tanah atau dikarenakan menyukai pertanahan atau pertanian.

      Adapun Rasulullah Muhammad s.a.w. memiliki kunyah “Abul Qasim” atau Bapaknya Qasim.
      “Silakan memberi nama dengan namaku, namun jangan ber-kun-yah dengan kun-yah-ku. Kun-yah-ku adalah Abul Qasim” (HR. Bukhari 3114, Muslim 2133)

      Bodoh Sekali Orang Yang Menganalisis Silsilah Dari Arti Namanya

      Nama adalah nama. Bisa jadi nama itu ada artinya. Namun tidak mesti nama itu menunjukkan asalnya. Misalkan namanya adalah “sekar” yang artinya bunga. Maka bodoh sekali jika menyangka orang itu adalah benar-benar pernikahan manusia dengan bunga.
      Ada orang bernama “Joko” yang artinya perjaka. Tidak berarti ia akan selamanya perjaka. Orang Arab ada yang namanya Al-Kaff yang artinya singa kecil. Tidak berarti ia campuran manusia dan singa.

      Kecerobohan Saking Dengkinya

      Ada yang mencoba mengatakan bahwa nama Abdullah tidak jelas dan tidak dikenal sebagai anaknya Abdul Muthalib. Dasarnya adalah tulisan siroh oleh Ibnu Hisyam yang menuliskan : Ibnu Hisyam berkata: “Abdul Muththalib bin Hasyim memiliki SEPULUH orang putra dan ENAM orang putri, mereka adalah: Al-Abbas, Hamzah (Abdullah), Abu Thalib, Az-Zubair, Al-Harits, Hajlaa, Al-Muqawwim, Dhirar, Abu Lahab (namanya Abdul Uzza), Shafiyyah, Ummu Hakiim Al-Baidha’, ‘Atikah, Amiinah, Arwaa dαn Barrah.” (Talqihu Fuhumi Ahlil-Atsαr, hαl. 8-9; Rahmah Lit- ‘alamin, 2/56-66)

      Berdasarkan teks di atas kemudian orang kafir menuduh secara serampangan bahwa Ibnu Hisyam tidak yakin ada anak Abdul Muthalib yang bernama Abdullah, karena sebenarnya yang ada adalah nama Hamzah.

      Sebenarnya ini adalah kecerobohan akibat ketidak telitian dalam mengutip teks dari Ibnu Hisyam. Herannya kecerobohan ini dikutip atau dicopy paste pula oleh penulis muslim lainnya.

      Cobalah diteliti dan dipelototi lagi teks yang Anda kutip dari Ibnu Hisyam. Bahkan ditulis dengan huruf besar bahwa anak Abdul Muthalib SEPULUH putra dan ENAM putri. Silakan diuraikan satu per satu ke bawah :

      1. Al-Abbas,
      2. Hamzah (Abdullah)
      3. Abu Thalib
      4. Az-Zubair
      5. Al-Harits
      6. Hajlaa
      7. Al-Muqawwim
      8. Dhirar
      9. Abu Lahab (namanya Abdul Uzza),

      Jika Anda menganggap nama Abdullah adalah bentuk keraguan dari nama Hamzah maka berarti putra Abdul Muthalib hanya 9.
      Yang benar adalah : Hamzah dan Abdullah adalah orang yang berbeda. Sehingga Abdullah bukan nama lain atau julukan dari Hamzah. Lebih gak mungkin lagi jika Ibnu Hisyam ragu namanya Hamzah atau Abdullah ya?
      Jangan-jangan nanti Anda ngeles lagi dengan menuduh Ibnu Hisyam ragu putranya Abdul Muthalib 9 atau 10 ya??.

      Yang benar putra Abdul Muthalib memang ada 10 mereka adalah :
      1. Al-Abbas,
      2. Hamzah
      3. Abdullah
      4. Abu Thalib
      5. Az-Zubair
      6. Al-Harits
      7. Hajlaa
      8. Al-Muqawwim
      9. Dhirar
      10. Abu Lahab (Abdul Uzza)

      Makanya kalau dengki terhadap Nabi Muhammad jangan terlalu nafsu asal comot dan asal semprot saja.

      Tanda Kurung Berarti Tidak Jelas?

      Terlepas dari kecerobohan di atas, ada ketololan lain yang dipaksakan. Yaitu menafsirkan tanda kurung sebagai bentuk keragu-raguan. Karena Ibnu Hisyam menulis Hamzah (Abdullah) –yang sebenarnya ini salah kutip tapi terlanjur nafsu—lantas ditafsirkan bahwa nama Abdullah tidak dikenal. Yang dikenal adalah Hamzah. Sedangkan nama Abdullah adalah sebuah bentuk keraguan apakah namanya Hamzah atau Abdullah.
      Saya rasa anak SD pun diajari bahwa tanda kurung dibaca sebagai “atau”. Sehingga apa yang ditulis di dalam tanda kurung bisa berarti kata lain, istilah lain yang bermakna sama, persamaan kata. Tanda kurung hampir sama dengan tanda garis miring. Kadang tanda kurung juga berisi penjelasan.
      Bahkan pada teks ibnu Hisyam di atas juga tertulis Abu Lahab punya nama asli Abdul Uzza yang ditulis dengan tanda kurung. Karena Abu Lahab sebenarnya julukan oleh Al-Qur’an kepada dia, karena menghalangi Rasulullah dengan nyala api. Sebenarnya ia punya julukan Abul Hakam atau Pakarnya masalah hukum. Lalu kenapa Anda tidak mengatakan bahwa Ibnu Hisyam juga ragu-ragu namanya Abdul Lahab atau Abdul Uzza?
      Sebenarnya masing-masing anak Abdul Muthalib masing-masing memiliki nama alias dan julukan. Misalkan Abu Thalib (paman yang memelihara Rasullah s.a.w.) memiliki julukan Abdu Manaf. Al-Muqawwim punya julukan Abdu Ka’bah. Hajla punya nama lain Mughirah dan memiliki julukan Al-Ghaidaq karena hartanya yang melimpah dan kebaikannya yang banyak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s