TATHAYUR

TATHAYUR

Oleh : Abu Akmal Mubarok

 Image

Ada yang  bertanya, kenapa ya hidup saya sial terus, sering kecopetan, ada juga yang sering tabrakan, sering celaka, kerja malah dipecat terus.  Kata orang saya disuruh melakukan ruwatan untuk membuang apes atau sial.

Inilah yang disebut tathoyyur yaitu meyakini adanya kesialan pada hari-hari tertentu berkait dengan hari kelahiran atau weton tertentu. Seperti misalnya akan merugi jika keluar bekerja atau berdagang pada hari Selasa. Atau akan tidak awet jika mulai bekerja pada hari kamis. Ada juga yang dihitung berdasarkan tanggal lahir dan wetonnya lalu dia tidak boleh berjalan ke arah utara pada hari tertentu dan tak boleh ke barat pada hari tertentu lainnya.

Siapa yang mengurungkan niatnya karena thiyarah, maka ia telah berbuat syirik.” Lalu para sahabat bertanya, “Apa tebusan bagi hal itu?” Beliau bersabda, “Hendaknya salah seorang mereka membaca, : ghoiruka ilaha wa laa thoiruka illa thoiro wa laa khoiruka illa khoiro laa Allahumma

Ya Allah, tidak ada kebaikan kecuali kebaikan yang berasal dari-Mu dan tidak ada kesialan kecuali kesialan yang berasal dari-Mu (yang telah Engkau tetapkan), dan tidak ada tuhan selain Engkau.” (HR. Ahmad: 2/220, dari Abdullah bin Amr r.a.. Dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir dalam Ta’liq Musnad Ahmad no. 7045)

Tathoyur juga berarti percaya pada tanda tanda kesialan tertentu, misalnya ada burung gagak hitam pasti di kampung ini akan ada yang meninggal atau wabah. Tathoyur juga berarti percaya tempat-tempat tertentu menjadi angker atau sial karena peristiwa tertentu misalnya tempat bekas kecelakaan, sehingga tikungan tersebut menjadi angker.

Setelah manusia meyakini adanya kesialan ini, kemudian setan membisiki ide kedalam otak dan hati manusia untuk melakukan suatu ritual untuk membuang sial atau nasib apes ini. Ada yang menyebutnya ruwatan, tolak bala, buang apes dll. Ini semua tidak lain hanyalah tipu daya jin kafir bersama konco –konconya (teman nya).

Yang membisikkan was-was ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia” (Q.S. 114 : 5-6)

Islam melarang perasaan Tathayur ini karena merupakan bagian dari syirik. Mengapa termasuk syirik? Karena mempercayai adanya kekuatan lain yang menentukan nasib buruk dan nasib baik selain dari Allah.

Rasulullah SAW  bersabda, Thiyarah adalah syirik, thiyarah adalah syirik, thiyarah adalah syirik, tidak ada seorang pun di antara kita melainkan (dalam hatinya terdapat hal ini), hanya saja Allah menghilangkannya dengan tawakalnya” (HR. Abu Dawud, no 3912, di shahihkan oleh Syaikh Al Albani)

Dari ‘Imran bin Hushain bin Ali r.a., ia berkata, Rasulullah SAW bersabda : “Tidak termasuk golongan kami orang yang percaya tanda-tanda kesialan (tathoyur) atau datang bertanya kepada orang yang mempercayai tanda-tanda kesialan  (H.R. Al-Bazzar juz 9, hal. 52, no. 3578).

“Tapi bener lho mas setelah diruwat saya tidak sial lagi”. Sedangkan yang lain berkata : “Buktinya bener tuh setelah dikasih sesaji di tikungan tidak ada lagi yang kecelakaan”. Saya jawab : Lha ya memang benar terbukti begitu lha jin yang bikin bikin memang tujuannya agar sampeyan (Anda) pada percaya seperti itu!”.

Dari dulu pun fenomena nya juga sama. Aisyah r.a. juga pernah mengungkapkan hal yang sama.

Dari Aisyah, ia berkata, aku berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya para dukun pernah menceritakan kepada kami tentang sesuatu dan kami dapati bahwa yang mereka ceritakan itu benar terjadi”. Rasulullah SAW bersabda, “Kalimat yang benar itu memang sengaja disambar dengan cepat oleh jin lalu dilemparkan ke telinga walinya (dukun), tetapi ia sudah menambah dengan seratus kebohongan. [HR. Muslim juz 4, hal. 1750]

Ini adalah taktik paling basi dan paling kuno dari jin kafir sejak jaman dahulu kala. Walaupun basi dan kuno namun jin tahu bahwa taktik ini masih ampuh untuk memperdaya manusia. Karena manusia itu selalu cara fikirnya “empiris” seperti tadi itu yaitu dengan mencoba melakukan suatu ritual lalu terbukti benar. Maka manusia menyimpulkan itulah kebenaran.

Dari Mu’awiyah bin Hakam As-Sulamiy : , “Kami juga percaya pada tanda-tanda kesialan”. Rasulullah SAW bersabda, “Itu sesuatu yang tidak disukai oleh seseorang diantara kalian, maka hal itu jangan sampai menghalangi (mengganggu) kamu sekalian. [HR. Muslim juz 4, hal. 1748]

Padahal jin kafir memang memiliki kemampuan untuk merekayasa alam dan mencelakakan manusia. Jin bisa menahan air sungai hingga kering lalu membisiki di hati manusia agar membuang sesaji ke sungai. Setelah dilakukan buang sesaji ternyata betul sungainya mengalir lagi. Jin juga bisa merekayasa sawah menjadi tidak subur, lalu membisiki ke hati manusia agar menaruh sesaji di pojok-pojok sawah. Begitu pula jin mencelakakan manusia di tikungan jalan agar dikatakan angker / seram. Lalu membisiki manusia agar dibuat ritual atau ditaruh sesaji di tikungan. Ketika semua yang dibisiki jin itu dilaksanakan manusia ya tentu saja terbukti, lha jin yang bikin ulah sepakat tidak bikin ulah lagi. Maka percayalah manusia-manusia itu dengan tipu daya setan ini.

Memangnya jin bisa bikin ulah seperti ini? Ya iya lah. Manusia juga bisa bikin ulah seperti ini. Manusia juga bisa membendung aliran air agar tidak mengalir, mensabot panen gagal atau mendorong tubuh orang agar masuk ke jurang. Cuma bedannya jin gak keliatan jadi manusia ga tahu ketika dia berbuat. Manusia tahunya tiba-tiba terjadi demikian seolah tanpa sebab yang masuk akal. Jin memang suka membuat rekayasa kecelakaan sebagaimana hadits berikut :

Ibnu Abbas r.a. berkata: “Suatu hari seekor tikus datang menyeret kain yang dipintal kemudian dilemparkan ke hadapan Rasulullah Saw  yang sedang duduk di atas tikar. Kemudian kain dipintal yang dibawa tikus tadi terbakar persis sebesar uang dirham. Rasulullah Saw Kemudian bersabda: “Apabila kalian tidur, matikanlah lampunya, karena syaithan seringkali berwujud seekor tikus” (H.R. Abu Dawud dengan sanad shahih)

Tapi ada tanda tanda penyebab kesialan yang kita boleh percayai. Misalnya perbuatan maksiat dan dosa itu mendatangkan kesialan.

Perbuatan dosa mengakibatkan sial terhadap orang yang bukan pelakunya(H.R. Dailami)

Orang mungkin saja sering celaka karena akibat dosa besar yang dilakukannya. Kawan saya yang berbisnis Papan Reklame atau Billboard pernah roboh diterjang angin sehabis ia melakukan dosa besar. Ada juga yang lain beruntun mendapat musibah di jalan tol, pada awalnya kaca mobil pecah terkena batu dari pemotong rumput di jalan tak berapa lama tali kipas mobil putus dan menyambar pipa pendingin mesin hingga radiator bocor. Ternyata itu terjadi setelah ia melakukan dosa besar.

Tiada seorang hamba ditimpa musibah baik di atasnya maupun di bawahnya melainkan sebagai akibat dosanya (H.R. Abu Daud)

LaLu apa yang harus kami lakukan? Yang harus dilakukan adalah melakukan adalah memohon keselamatan dari rekayasa Jin terkutuk ini kepada Allah SWT. Pertama mohon ampun dan taubat nasuha kepada Allah. Kedua mohon maaf, cium kaki dan cuci kaki bapak ibumu. Karena sebagian besar kesialan dan musibah itu akibat dosa kepada orang tua. Ketiga, membaca Al-Baqarah di rumah-rumah dan tempat-tempat yang dianggap seram. Bacakanlah beberapa malam berturut turut agar jin-jin itu gerah dan tidak betah. Kumandangkan pula Adzan setiap hendak shalat karena jin sangat tidak tahan mendengar adzan. Bacakanlah ayat-ayat ruqyah di rumah, ke badan kita dan ke dalam air untuk di minum.  Bersihkanlah rumah sebersih bersihnya karena jin menyukai tempat kotor dan tidak betah jika rumah kita telah menjadi bersih. Sebarkanlah sedekah kepada fakir miskin, anak yatim sebanyak banyaknya karena sedekah itu mendatangkan rezeki sehingga terbuka rezeki Anda dan tidak merasa sial lagi.

5 thoughts on “TATHAYUR

  1. sama. gw dulu pernah zinah, beberapa bulan kmdian kesialan datang bertubi tubi. gw melamar cewek ditolak. gw nyari cewek yg lain, dipukuli org. gw krja dipecat. uang gw ditipu org. tv gw dicuri org. gw nyari cewek ditipu teman dll. tp skrng gw sdh tobat tp nasib msh sial. meski tdk spt dulu.

  2. tapi aneh. tetangga dan teman gw pernah zinah tp nasib beruntung. mrk gampang dpt jodoh dan rejeki. bsa bkin rumah, beli motor dan bahkan mobil dll.

    • ya udah kmu ikutan zina ke tmenmu aja mas biart nasibnya ke tmenmu,, klo bisa trusin musrik trus cari pesugihan biar bsa beli mobil,, nanti klo udah puas ditunggu azabnya

  3. kalau mnrt saya ternyata azab itu ada 2 perkara yaitu di dunia dn di akhirat, mungkin saja yg di dunia azab nya dlm bentuk kesialan2, sulit rizqi, kecelakaan, penyakit, kehilangan harta, kegagalan usaha, dll.. mungkin azab di dunia ini di berikan sbg bentuk sentilan bahkan teguran dari allah swt.. dan tentu saja hanya org2 yg berfikir yg mengimani hal tsb… maaf kalau keliru

    • dan untuk azab yg diakhirat gk perlu di tanya lagi (dlm al qur’an sdh byk), btw azab di dunia saja sudah kapoOk apalagi nanti yg diakhirat gk ada yg bantu apalagi nolong… toObatt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s